DICARI: Distributor/Agen Pupuk Pertanian dan Perkebunan "SUNDAG" Di Seluruh Indonesia...Hubungi Segera: 081334727533

Rabu, 16 November 2011

MANFAAT PUPUK BAGI TANAH DAN TANAMAN

Pupuk merupakan salah satu kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur hara yang habis terisap tanaman. Jadi memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah dan tanaman.

Tanah, tanaman, dan pupuk bagaikan setali mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiganya saling menunjang untuk menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif.

Tanah ibarat dapur yang menyediakan seluruh makanan yang dibutuhkan oleh tanaman selain sebagai tempat berdirinya tanaman. Di dalam dapur inilah disediakan semua keperluan tanaman yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi santapan yang siap “dimakan” oleh tanaman.

Oleh sebab itu, jika bahan-bahan di dalam dapur tidak lagi lengkap maka jelas bahwa makanan yang disajikan pun tidak lengkap sesuai dengan kebutuhan.

Jika keadaannya seperti itu apa yang akan kita lakukan? Yang akan kita lakukan pertama-tama dan dengan segera adalah tindakan pemupukan untuk menambah unsur-unsur hara yang kurang, karena jika tidak maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna, misalnya menguning, rebah, tidak tahan terhadap hama dan penyakit, dll.

Menurut hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur atau zat agar pertumbuhannya normal dan sehat. Dari ke 16 unsur itu, 3 unsur diperoleh dari dari udara yaitu karbon, hydrogen, dan oksigen. Sedangkan ke 13 unsur sisanya disediakan oleh tanah. Jadi tanah sebagai dapur bagi tanaman setidaknya memiliki 13 unsur tersebut agar makanan bagi tanaman tersedia dengan cukup dan tanaman tumbuh dengan normal dan sehat.

Ke-13 unsur tersebut adalah: nitrogen (N), fosfor (P), Kalium (K), kalsium (Ca), Magnesium (Mg), sulfur atau beleran (S), klor (Cl), ferum atau zat besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau tembaga (Cu), zink atau seng (Zn), boron (B), dan molybdenum (Mo).

Dari sini telah terlihat bahwa betapa pentingnya pupuk bagi tanah dan tanaman. Maka jangan heran jika di sekitar kita ada kebanyakan petani yang enggan menanam sesuatu tanpa memberi pupuk, karena pupuk dengan petani sudah menyatu.

Up’s tunggu dulu, tidak sedikit juga pemupukan justru tidak berhasil dilakukan dan malah “pupuk menjadi racun” bagi tanaman. Salah satu penyebab kegagalan itu adalah karena petani salah dalam memilih pupuk yang sesuai dengan tanah dan tanamannya. Kalau sudah begitu petani umumnya melemparkan kesalah pada pupuk. Padahal, semestinya sebelum membeli dan mengaplikasikan pupuk, kita harus sudah punya pengetahuan tentang pupuk tersebut.

Suatu contoh, pupuk Urea – yang menjadi pupuk faforit petani di Indonesia – yang diketahui petani adalah bahwa pupuk Urea hanya bermanfaat untuk memberikan pertumbuhan alias memacu pertumbuhan batang, dahan, dan hijau daun. Itu benar. Tetapi, petani terkadang lupa bahwa yang harus diketahui juga sifatnya, waktu pemberiannya yang tepat, dan resiko yang akan timbul jika diberikan kelewat banyak.

Karena Urea menjadi pupuk faforit petani, tak jarang kita melihat petani masih memberikan pupuk urea ke tanaman padinya pada usia pembentukan buah. Hasilnya jelas, pemupukan semacam itu akan membuat padi mendadak lupa berbuah dan tumbuh makin bongsor, kalaupun tanaman yang subur dan bongsor itu nantinya berbuah, batang tanamannya tak kuat menopang buahnya. Singkat kata, semestinya petani tidak memberikan Urea lagi jika usia tanaman sudah mendekati usia berbuah.

Singkat kata, berilah tanah dan tanaman anda pupuk yang sesuai yang akan memberikan manfaat bagi tanah dan tanaman bukan menjadi “racun” bagi tanah dan tanaman anda.

Selamat mencoba…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar